CALIFORNIA - Dua pekan lalu, Google digugat lantaran bocah lima tahun mengakses 'in-app purchasing' pada aplikasi di platform Android. Akses bebas pembelian dalam aplikasi ini menambah beban tagihan kartu kredit orangtua sang anak.
Tidak hanya Google, Apple melalui App Store juga sebelumnya memudahkan anak-anak untuk membeli konten dalam permainan tersebut. Kini, perusahaan pembuat iPhone tersebut menyadari bahwa perlu dibuat aturan yang memperketat dan mencegah tagihan rekening yang membengkak.
Dilansir Vr-zone, Rabu (26/3/2014), Apple kini mulai memberikan pengguna refund (pengembalian uang) untuk in-app purchases yang dibuat oleh anak di bawah umur tanpa otorisasi dan persetujuan. Google juga kabarnya membuat aturan untuk tidak membiarkan layanan pembelian dalam aplikasi untuk anak-anak.
Apple mulai mengirim email untuk pengguna iTunes yang baru-baru ini membuat in-app purchases (IAP). Email tersebut memberitahukan pengguna bahwa mereka bisa klaim pengembalian untuk IAP tanpa izin, yang dilakukan anak-anak.
Pengguna diberikan petunjuk mengenai langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk klaim pengembalian dana tersebut. Semua klaim ini harus dilaporkan sebelum 15 April 2015. Apple tidak hanya setuju untuk memodifikasi praktek penagihan, tetapi perusahaan juga berkomitmen membayar denda sebesar USD32,5 juta.

No comments: