![]() |
Sementara itu, pengetahuan kode sumber itu penting. Teguh mengatakan, dengan masuk ke teknologi, terlebih teknologi digital, maka sebenarnya potensi penyadapan sangat mudah. Kuncinya yakni kesadaran pengguna untuk selalu memonitoring perangkatnya. Ia menyebutkan pengguna harus intens mengaudit keamanan perangkat.
Sedangkan pakar IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, menambahkan, di sisi yang lebih luas, dengan adanya beberapa kali isu penyadapan, negara harus meningkatkan keamanan informasi nasional. "Selain itu mengembangkan kapabilitas bangsa.
Misalnya buat hanphone bikinan dalam negeri," kata dia. Agung menjelaskan dengan memproduksi produk di dalam negeri, dengan sendirinya akan meningkatkan pemahaman seluruh fungsi komponen yang terdapat dalam ponsel. "Dengan cara itu, kita akan tahu end to end keamanan. Nantinya kita bisa bikin enkripsi," imbuhnya. Agung kurang sependapat jika aspek keamanan dibebankan kepada operator telekomunikasi. Terlebih lagi, tambah dia, operator kadang mengadopsi peralatan jaringan milik pihak ketiga. Untuk keamanan tiap elemen jaringan, kata Agung, operator menyerahkan pada orang luar atau pihak ketiga."Jadi kurang pas keamanan dibebankan kepada operator. Tugas mereka mengurusi bisnis," katanya.

No comments: